BPK
Senin pagi, siswa-siswi
SD NEGERI MAWAR akan berkunjung ke museum. Pukul 6 pagi mereka telah siap di
bus. Dalam perjalanan suara mereka seperti burung berkicau yang ada di pasar. Salah
satu guru menjelaskan museum apa yang akan mereka kunjungi.
“Anak-anak nanti kita
akan mengunjungi Museum Diponegoro dan Museum BPK.” Kata salah satu guru.
“Bu, saya tidak mau
ikut ke Museum BPK. Saya hanya ingin ke Museum Diponegoro” sahut salah satu
siswa dengan wajah memang tidak mau ikut.
“Lo kenapa nak? Nanti kita
disana dapat mengetahui banyak tentang BPK.” Sahut salah satu guru dengan wajah
merayu agar siswa itu mau ikut ke Museum BPK.
“Saya takut Bu, saya
tidak mau.” Dengan wajah ketakutan.
“Nak, nanti kita
mendapat banyak manfaat jika berkunjung ke sana.”
“Saya tetap tidak mau
Bu. Nanti uang saya hilang semua jika saya berkunjung ke sana.” Sahut siswa
tersebut dengan wajah ketakutan
“lLo kok bisa nak?
(dengan wajah kebingunan)”
“BPK kan Badan Pencuri
Keuangan Bu. Nanti kalau uang saya dicuri bagaimana bu?”
(guru-guru yang lain
pun ikut kebingungan) “Bukan itu nak, BPK itu Badan Pengelola Keuangan.” Salah seorang
guru menjelaskan
Siswa yang lain pun
tertawa dan kebingungan dengan jawaban temannya.
Bus kembali tenang
seperti semula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar