Senin, 23 Mei 2016

cerpen


RINAI
(Karya: lestari widyaningsih)
Pagi ini tak seperti biasanya. Tak ada lagi suara celotehan dari mama. Tangisan lucu adik dan deruman motor butut papa. Ketukan pintu membuyarkan lamunan bodoh ini. Aku bangkit dari tempat tidurku.
“Siapa sih pagi-pagi begini?” gumamku dalam hati. Dengan malas aku membuka pintu itu. Mataku membelalak ketika membuka pintu tampak seorang gadis dengan rambut hitam panjang. Kami berdua hanya terdiam. Namun  dia menatapku dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Selang beberapa menit aku mulai bicara.
“Siapa kamu? Mau ngapain kamu kesini?” dengusku. Gadis itu hanya terdiam dan tersenyum kepadaku.
“Cepetan dong. Aku banyak urusan nih. Pengganggu!” tanyaku lagi. Gadis itu tetap terdiam bisu. Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu aku membanting pintu dengan keras. Gadis itu tersentak kaget.
@@@
Pagi ini cerah tak seperti hatiku. Aku mengayuh sepedaku tanpa  bertenaga. Perasaanku seperti ada yang mengikutiku dari belakang. Ketika aku menoleh, gadis itu sudah ada di belakangku dengan wajah tersenyum seperti biasa. Aku mendengus kesal lalu aku menambah kecepatan sepedaku. Ketika aku sampai sekolah, aku masuk ke area parkir untuk meletakkan sepedaku.
        Ketika aku mau masuk kelas, gadis itu berdiri di depanku. Aku tersentak kaget.
        “Kamu lagi!!! Ada urusan apa sih sama aku? aku punya salah apa sama kamu sampai-sampai kamu ngikutin aku terus!!!” bentakku di depannya. Namun gadis itu hanya senyum tanpa respon. Aku masuk ke kelas tanpa menunggu jawaban darinya.
        “Kenapa sih pagi-pagi udah marah nggak jelas?” Tanya Andi
        “Tak apa lah” jawabku. Andi hanya mengangkat alis mendengar jawabanku. Pelajaran dimulai. Selama pelajaran aku tidak konsentrasi dengan apa yang ada di depanku. Yahh!! Memikirkan gadis kepang dua tadi pagi. pelajaran telah usai.
@@@
        Sepulang sekolah ketika aku mengambil sepeda di tempat parkir sekilas aku melihat sepucuk kertas merah di sepedaku. Sebenarnya aku mau membukanya namun kuurungkan niatku itu.
        Sesampai di rumah dengan segera ku buka kertas itu.
Untuk: Kak Rey
          Hai kak? Apa kabar? Masih inget denganku? Gadis kepang dua yang selalu mengikuti kakak.
          Kakak masih bingung kenapa aku selalu ngikutin kakak? Jawabannya besok kalo kakak udah bls suratku.
Salam
Rinai

        Aku harus segera membalasnya. Ku ambil sepucuk kertas dengan warna yang sama. Kumainkan penaku dengan cepat. Kutulis apa yang ada di pikiranku saat ini. Bingung, resah, cemas campur jadi satu. Sepanjang ku menulis teringat kejadian tadi pagi.



Untuk: Rinai
          Baik. Ya inget, gadis yang selalu mengikutiku tiap saat. Ya sungguh aku bingung, apa salahku sebenarnya denganmu? Dan apa motif kamu ngikutin aku tiap hari? Bls cepat.

Rey
        Setelah selesai ku balas surat itu, aku duduk di taman rumah. Aku kembali menatap langit. Matahari hampir tenggelam. Kembali ke peraduannya, untuk kembali lagi esok pagi. Aku menghembuskan napas panjang. Entah berapa lama aku akan duduk di sini. Menunggu itu sesuatu yang membosankan. Ya!!! Sangat membosankan!!!
        Petang berganti malam. Namun tak mengubah suasana hatiku. Suasana gundah tak hilang sedikitpun. Sampai-sampai aku tak bisa tidur semalaman.
@@@
        Kring!!! Kring!! Bunyi alarm membangunkanku dari mimpi dan baru 1 jam yang lalu aku bisa terlelap. Mataku terasa berat saat ku membukanya. Teringat sepucuk surat kemarin, sesegera mungkin aku bangun dan persiapan untuk pergi ke sekolah. Ku lakukan dengan cepat. Tak lupa dengan sepucuk surat untuk diletakkan di sepedaku. Aku berangkat dan mulai mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga. Sesekali ku menengok ke belakang apakah hari ini dia juga ngikutin aku lagi. Ternyata tidak, dia tidak ngikutin aku hari ini. Kenapa? Hari ini aku terlalu bersemangat namun semangatku lenyap seketika.
        Sampai di sekolah ku letakkan sepedaku di tempat parkir. Berharap gadis itu tau kalo aku udah membalas suratnya.
        Sesegera mungkin aku masuk ke kelas. Selama pelajaran berlangsung aku hanya terpikir dengan sepucuk surat merah itu. Tak terasa pelajaran telah usai. aku berlari menuju tempat parkir.ku lihat dari kejauhan kertas itu masih sama seperti kertas yang ku bawa. Terpikir olehku kalau gadis itu tidak masuk sekolah.
        Aku membuka surat merah itu. Ternyata itu surat balasan dari gadis kepang dua.
Untuk: Kak Rey
          Kak, aku Rinai. Gadis yang bertabrakan di depan kelas saat itu. aku minta maaf kalau aku punya banyak salah sama kakak. Aku hanya ingin ngomong kalau aku ngikutin kakak karena aku nggak ingin kakak minum obat-obatan yang terlarang. Biarpun kakak frustasi kakak nggak boleh lakuin itu lagi. Karena aku udah ngrasain sakitnya minum obat yang berlebihan. Aku terkena kanker darah dan harus setiap saat minum obat. Dan itu sakit banget rasanya. Aku nggak ingin kakak seperti aku.
Salam terakhirku
Rinai
        Dheggggggg!!!! Aku terpaku ketika membaca surat itu. Aku hanya bisa mengelus dada. Mataku nanar dan berkaca-kaca. Ternyata aku salah. Aku salah menilai orang. Tak kusangka dia memperhatikanku walau bukan anggota keluargaku. Aku menyesal kemarin aku telah marah, membentaknya. Ternyata dia peduli kepadaku. Sekarang aku hanya menyesal, menyesal, dan menyesal.
@@@
        Mulai saat ini aku mengubah semua kebiasaan burukku. Karena ada orang yang mau peduli kepadaku.
        Langit cerah seperti hatiku. Karena hanya ada kesegaran dari kehidupan setiap hariku.

Rabu, 27 April 2016

Laporan PLS


PELAJARAN LUAR SEKOLAH

PLS merupakan salah satu program tahunan dari SMA yang dilaksanakan oleh para siswa kelas X. Di tahun 2016 ini, tepatnya pada tanggal 16 Februari 2016 SMA NEGERI 2 Magelang melaksanakan PLS. Tempat tujuannya yaitu PT Sritex Solo dan Museum Sangiran.
Sebelum berangkat, kami berkumpul di Jalan Urip Sumoharjo pada pukul 06.00. Kami duduk di bis sesuai dengan tempat duduk masing-masing. Pukul 07.00 kami siap berangkat. Dalam perjalanan kami menikmati perjalanan dengan penuh cerita.
Sekitar pukul 09.00 kami diberi snack untuk selingan. Perjalanan yang sangat jauh membuat kami mengantuk. Di dalam bis banyak yang tidur namun banyak juga yang asyik dengan handphonenya masing-masing.
Setelah lama menunggu, akhirnya sampai pada tujuan pertama kami yaitu PT Sritex Solo. Perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara. Kami pun masuk di perusahaan tersebut. Kami melihat hasil-hasil tekstil seperti baju,celana,dan hasil tekstil lainnya. Setelah itu kami masuk di ruang yang menjual hasil-hasil tekstil Sritex. Disana ada yang membeli baju,celana maupun bahan batik. Waktu berkunjung telah habis oleh karena itu kami kembali ke bis masing-masing untuk melanjutkan perjalanan. Kami menuju rumah makan untuk mengambil nasi kotak. Kami memakan nasi di bis sambil melanjutkan perjalanan untuk mempersingkat waktu. Perjalanan pun dilanjutkan dengan senang hati.
Didorong oleh rasa penasaran akhirnya kami sampai di Museum Sangiran. Kami masuk Museum Sangiran dan dijelaskan oleh pemandu tentang berbagai isi dari Museum Sangiran tersebut.
Di ruang pameran pertama dapat dijumpai sejumlah fosil dan replika manusia purba Sangiran hingga binatang bersejarah. Tampak juga sejumlah diorama manusia purba dengan latar belakang yang dibuat seperti zaman itu. Traveler pun dapat sekalian belajar soal sejarah hingga teori evolusi Charles Darwin.
Kemudian di ruang kedua dapat dijumpai ruang berupa bioskop sederhana berisi penjelasan ilmiah. Traveler juga dapat melihat replika dari para tokoh penemu fosil manusia purba, beserta penjelasan dan tahun penemuannya. Bahkan untuk ukuran museum, penataan yang ada di dalamnya begitu menarik dan informatif.
Lalu di ruangan ketiga atau yang terakhir, dapat dijumpai sebuah aula besar seperti kubah yang menampilkan replika masa keemasan Homo Erectus dalam skala besar. Cukup dengan berdiri di sana, rasanya Anda sudah seperti berada di masa lalu. Setelah waktu berkunjung habis maka kami pun keluar dan pergi ke mushola terdekat untuk melaksanakan ibadah salat. Sebelum salat, kami berganti pakaian.
Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan. Pukul 17.00 kami sampai di Solo Square. Kami hanya diberi waktu 2 jam untuk membeli buah tangan untuk keluarga tercinta. 2 jam berlalu kami kembali ke bis masing-masing untuk melanjutkan perjalanan ke rumah makan. Disana kami makan malam serta melaksanakan ibadah salat magrib dan isya. Setelah kegiatan di rumah makan selesai, kami kembali ke bis masing-masing untuk melanjutkan perjalanan pulang. Di dalam bis kami hanya tertidur karena lelah yang kami rasakan. Beberapa jam kemudian kami terbangun dari tidur kami karena kami telah masuk di wilayah Magelang. Kami sampai di Jalan Urip Sumoharjo pukul 11 malam. Kami telah ditunggu oleh salah satu dari keluarga kami. Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing dengan selamat tanpa kurang satupun. Perjalanan yang sangat melelahkan namun menyenangkan.